"tik..tik..tik" pagi itu air bergemuruh jatuh dari langit, seketika membuat nafsu tidur semakin tinggi. "Indahnya hari ini" Sijon berkata sambil terus menarik selimutnya sampai menutupi seluruh tubuhnya yang terlentang lemas diatas kasur dikamarnya.
"kring..kring..kring" suara panggilan telepon berdering memecahkan suasana hening saat itu. "Halo ?Assalamualaikum, akhi jon dimana antum?" iya "dirumah, ada apa?"kata sijon . Ana rindu antum akhi terdengar kalimat itu dari telepon yang ternyata adalah sahabat setia sijon dikampus. "Maaf ini dengan siapa?" kata sijon, "ini ana Riko"Sahutnya. Oh iya ingat, ada apa?
*perbincangan terus berlanjut ditemani dengan tetesan air hujan yang membasahai permukaan bumi*
Hening, ketika pertaynaan itu terlontar. Riko sontak merasa terhunus dengan kalimat yang menurutnya menyakitkan baginya. "Akhi, antum sibuk ?. Sijon terhening. "akh, antum dimana saat in ?, kenapa tidak pernah bersua bersama lagi ". "tidak apa-apa" jawab sijon.
*****
"aku kemarin pergi ketaman ukhuwah, aku mencari dirimu dan yang lainnya disana, aku tak melihat wujudmu dan mereka, entahlah kalian ada dimana? saya fikir kalian sibuk dengan semua aktivitas kalian. Aku hanya melihat bayanganmu dan mereka, hanya sebatas bayangan. Rasanya aku ingin memeluk bayangan itu, namun apa daya aku tak mampu dan kemudian aku berlari mengambil tali yang kudapati ditaman ukhuwah, aku berusaha mengejar bayangan itu dan aku mencoba mengikatnya dengan erat. Namun ternyata aku tak mampu melakukannya, setelah itu aku tersadar bahwa itu hanya sebuah bayangan yang terus melangkah pergi" sijon bercerita dengan derai air mata dikamarnya. "akhi, maksudnya?' Sahut Riko."maaf" kata sijon dan dia mematikan telepon itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar